Cara JITU Punya Properti 

Jakarta, info31.id – Punya rumah sejak usia belia atau disebut generasi milenial merupakan impian semua orang. Tapi prakteknya, hanya sebagian kecil diantara mereka yang mampu mewujudkan impian tersebut. Keterbatasan dana serta kecenderung lebih memilih traveling ketimbang membeli rumah disinyalir menjadi penyebab utamanya.

Hal itu, membuat pengembang properti kesulitan dalam mengoptimalkan penjualan ke segmen pasar potensial tersebut. Tapi jangan khawatir, kini ada inovasi pemasaran properti berbasis teknologi digital yang bisa dijadikan solusi atas permasalahan tersebut, yaitu indonesiajitu.com (JITU).

JITU merupakan aplikasi pemasaran online (market place) khusus properti berbasis android. Di dalamnya, menyediakan seluruh kebutuhan hunian bagi generasi milenial, mulai dari daftar pilihan unit, lokasi, hingga cara bayar.

Bebeda dari market place khusus properti pada umumnya, JITU lebih mengedepankan solusi cara bayar yang mudah dan ringan bagi calon konsumen. Caranya dengan membalik paradigma pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dari “cari rumah dulu baru minta KPR ke bank” menjadi “pastikan dulu kemampuan mencicil, baru pilih rumah yang cocok dan mengajukan KPR”.

“Dengan begitu, mereka akan lebih mudah mengkalkulasi budget sesuai kemampuan. JITU membantu memastikan kemampuan mencicil calon debitur sekaligus menyajikan informasi hunian di berbagai lokasi yang bisa dipilih sesuai kemampuan finansial tersebut,” jelas Okie Imanto, Founder Aplikasi JITU, di Jakarta, Minggu (24/11/2019).

Okie mengaku, hingga saat ini sudah ada 15 lembaga keuangan baik bank konvensional, syariah, maupun multifinance yang menyatakan siap berkolaborasi. Bahkan empat diantaranya (OCBC NISP, Panin Dubai Syariah, BNI Syariah, Bank BTN) telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Langsung Dapat Kredit, selaku pengembang aplikasi JITU.

“Jadi, perbankan memang cukup antuasias menyambut kehadiran Aplikasi Jitu. Mereka berharap bisa menjalin bekerjasama, karena kita membawakan nasabah riil. Saat ini beberapa bank seperti BNI dan Mandiri sedang tektokan untuk mematangkan kerjasama dengan kita. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah dapat kepastian sign MoU-nya,” terang Okie.

Menariknya, lanjut dia, pada gelaran Festival “Tidak Ada Yang Tidak Bisa (TAYTB)”, akhir Oktober 2019 lalu, di Jakarta, sudah ada sekitar 700-an nasabah yang mengisi formulir melalui Aplikasi JITU. Bahkan, sebanyak 68 orang atau 10% dari total nasabah sudah melakukan proses KPR/KPA tanpa mereka tahu properti mana yang akan dipilih.

“Ratusan nasabah ini kita dapatkan hanya dalam waktu kurang dari dua bulan. Jadi, saya yakin bahwa timing-nya tepat menawarkan pola dan cara baru yang lebih jitu untuk mendapatkan properti idaman bagi generasi milenial,” imbuhnya.

Sementara untuk ketersediaan pilihan rumah, Okie mengatakan bahwa dirinya akan menggandeng pengembang properti di seluruh Indonesia. Saat ini, pihaknya sedang melakukan penjajakan dengan sejumlah developer guna menentukan pilihan unit yang akan dipasarkan melalui aplikasi JITU.

“Saat kami presentasi nggak ada satupun developer yang menolak. Nggak ada alasan untuk menolak, mereka kan untung karena dibawakan pembeli,” ucapnya bangga.

Okie Imanto berpendapat bahwa rumah merupakan investasi jangka panjang terbaik selain sebagai tempat tinggal. Karena itu setiap orang harus berupaya memilikinya sejak dini.

“Suatu saat Anda akan menua dan pensiun. Apa mungkin saat itu Anda tetap nebeng atau masih pindah-pindah dari satu kontrakan ke kontrakan yang lain? Selain itu rumah juga legasi yang memberikan kepuasan batin kepada seseorang pada masa tua. Bahkan, menjelang usia 40 tahun dan anak-anak mulai besar, anda sudah sulit nebeng terus di rumah orang tua atau masih ngontrak rumah,” tuturnya.

Karena itu, Okie sangat menganjurkan kaum muda menyisihkan sebagian penghasilannya sejak mulai bekerja untuk berinvestasi dalam berbagai instrumen. Salah satu yang paling mudah adalah rumah. Caranya, sisihkan penghasilan untuk uang muka, setelah cukup terkumpul, langsung realisasikan untuk membeli rumah dengan kredit pemilikan rumah (KPR) dari bank.

“Prinsipnya, jangan berinvestasi atau menabung dari sisa penghasilan, tapi sisihkan sejak awal sekian persen dari penghasilan untuk tabungan atau investasi, baru belanjakan sisanya. Untuk itu masukkan semua penghasilan ke tabungan dan biarkan bank mendebit langsung setiap bulan sekian persen untuk tabungan yang sulit ditarik,” tuntasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here