Bukan Cuma Pilihan, Ini Penjelasan Wamenkeu Soal Energi Baru Terbarukan

23
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara. (Foto: info31.id/Pool/Dok. Kemenkeu)

JAKARTA, info31.id – Energi Baru Terbarukan (EBT) adalah masa depan, bukan pilihan, sehingga harus diupayakan semaksimal mungkin. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara dalam kunjungannya ke PLTP Small Scale Dieng 10 MW, Sabtu (13/11/2021).

“Saya tegaskan sekali lagi, EBT adalah masa depan kita. EBT itu bukan pilihan. Kalau kita membangun pembangkit-pembangkit listrik yang baru, kita upayakan semaksimal mungkin dari energi yang terbarukan,” kata Wamenkeu.

Dalam kesempatan tersebut, Wamenkeu menyampaikan apresiasi kepada PT Geo Dipa Energi (Persero) dalam upaya menyediakan energi listrik yang bersumber dari EBT. PT Geo Dipa telah melakukan langkah strategis untuk menyelamatkan bumi karena sumber energi panas bumi merupakan salah satu sumber energi yang bersih dan ramah lingkungan, serta operasinya yang berkelanjutan.

“Beralih ke EBT adalah keharusan masa depan kita. Geothermal yang dikerjakan oleh PT Geo Dipa adalah bagian dari energi baru tersebut. PLTU batubara boleh kita tutup, yang geothermal yang akan dilanjutkan,” ujar Wamenkeu.

Baca Juga: Wamenkeu Ungkap Sasaran Utama Program Pengungkapan Sukarela

Kolaborasi dan sinergi yang kuat diperlukan untuk melakukan percepatan pengembangan pemanfaatan energi panas bumi ini, baik dari Badan Usaha, Pemerintah Daerah, maupun Pemerintah Pusat.

Secara khusus, Wamenkeu meminta Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan dapat terus meningkatkan kolaborasi dan sinergi untuk mempercepat pencapaian target yang telah ditetapkan.

“Kita teruskan pekerjaan kita. Teman-teman SMV yang lain terus berikan support. Connecting kepada masyarakat sekitar harus terus diperkuat. Saya titip betul supaya tidak menjadi proyek yang berdiri sendiri-sendiri. Kita harus ada koneksinya dan terus dibangun dalam konteks UMKM, pemberdayaan masyarakat, konteks CSR, hingga pariwisata,” pungkas Wamenkeu.