Budaya Baru Bernama Transformasi Digital

8

PIDIE JAYA, Info31.id – Transformasi digital melahirkan dunia baru, yakni digital culture di bidang pendidikan sosial politik, sosial budaya, kesehatan, dan ekonomi. Contoh, belajar online, kerja WFH, PJJ, webinar, berbelanja online, aktivitas media sosial, tiktok, instagram, facebook, whatsapp, dan bertransasksi melalui e-money.

Tenaga Ahli Pengembangan Ekonomi Desa P3MD Kabupaten Pidie Jaya, Al Fadhir, dalam Webinar Indonesia Makin Cakap Digital – “Kesiapan Masyarakat dalam Menghadapi Transformasi Digital”, Kamis (30/9/2021).

Webinar diselenggarakan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika di 77 Kabupaten/Kota, Wilayah Sumatera, dari Aceh hingga Lampung. Hadir dalam acara, Presiden RI Jokowi dan Gubernur Provinsi Aceh, Nova Iriansyah, memberi sambutan dan mendukungan Literasi Digital Kominfo 2021.

“Kecakapan digital sangatlah diperlukan untuk literasi membaca, berpikir kritis kreatif, komunikasi, dan lain-lain. Peranan akademik dalam literasi digital diperlukan kecakapan dalam berpikir kritis, kreatif, dan inovatif,” kata Al Fadhir.

Menurut dia, perubahan dari masa ke masa membuat teknologi semakin canggih dan tentunya memudahkan masyarakat sebagai pengguna dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Misalnya, kini belanja bisa dilakukan secara online.

“Manfaat e-market bagi pelaku usaha dapat memudahkan aktivitas jual beli, memangkas biaya pemasaran, komunikasi anntara konsumen dan produsen lancar, dapat menjangkau target market lebih luas, dan penyebaran informasi cepat,” katanya.

Lebih dari itu, kehadiran dunia digital memungkinkan masyarakat bisa lebih bebas berekspresi yang merupakan hak setiap individu dalam sebuah negara hukum yang demokratis.

Namun dalam setiap aktivitas di dunia digital, tetap diperlukan adanya batasan dan sikap berhati-hati supaya bisa lebih bermanfaat. “Untuk itu kita sebagai warganet wajib memahami batasan dalam kebebasan berekspresi di dunia,” pungkasnya.