BPKH Targetkan Dana Kelolaan 2020 Rp132 Triliun

Jakarta, info31.id – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) terus bekerja maksimal untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji serta nilai manfaat dan memberikan yang terbaik dalam pengelolaan dana haji.

Tahun 2020 ini BPKH menargetkan dana kelolaan sebesar 132 triliun dan nilai manfaat Rp8 triliun.

“Kenaikan dana keloIaan ini diharapkan dapat memberikan peluang lebih besar untuk investasi,” ujar Kepala Badan Pelaksana BPKH Anggito Abimanyu kepada wartawan di Jakarta, Rabu, (22/1/2020).

Anggito menuturkan, tahun 2020 BPKH juga mendorong pembayaran digital untuk living cost jemaah haji salah satunya meningkatkan penggunaan cashless.

“Vitual Account yang saat ini masih sebatas informasi dan distribusi Nilai Manfaat (NM) jemaah tunggu, diharapkan dapat juga digunakan sebagai media cashless dan source of fund eWallet atau eMoney,” ujarnya.

Anggito menyebutkan empat poin penting terkait pengelolaan keuangan haji di tahun 2020, antara lain, Peningkatan dana kelolaan melalui program “Ayo Haji Muda”,
Proses digitalisasi haji dan umrah, Kerjasama kelembagaan dengan institusi dalam negeri dan luar negeri; dan Diversifikasi portofolio Syariah akan terus diupayakan dengan pendalaman instrumen Bersama BI dan OJK.

“BPKH terus mendorong kampanye pentingnya haji di usia muda, karena sebagian besar aktifitas ibadah haji adalah kegiatan fisik. Dengan kampenye “Ayo Haji Muda”, diharapakan generasi muda atau kaum milenial semakin sadar akan pentingnya ibadah haji dan mendaftarkan dirinya untuk berangkat haji seiak dini,”jelas Anggito.

Tahun 2019 lalu BPKH mengelola dana haji sebesar Rp125 triliun atau meningkat 10,6 persen dari tahun sebelumnya senilai 113 triliun. Sedangkan nilai manfaat mencapai Rp7,2 triliun ,meningkat 27,9 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp5,8 triliun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here