Borneo Bay Melejit di Tengah Rencana Pemindahan Ibukota RI

Jakarta, Info31.id  – Rencana pemindahan Ibukota Republik Indonesia (RI) ke Kalimantan Timur, sontak membuat pamor sejumlah proyek properti di sekitarnyakian moncer. Salah satunya kawasan mixedusedevelopment Borneo Bay City besutan pengembang PT Agung Podomoro Land Tbk.

Bayangkan, sehari setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan lokasi Ibukota baru, pemesanan unit-unit Apartemen Borneo BayResidence langsung melonjak. Pun developer dengan kode emiten APLN tersebut, mampu meraup angka penjualan cukup fantastik, Rp20 miliar dalam satu hari.

Direktur APLN Agung Wirajayamengatakan, hal itu lantaran lokasi proyek Borneo Bay City yang berada dititik nol kilometer kawasan Ibukota baru, tepatnya Jl. Jenderal Sudirman No. 1,Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.Saat ini wilayah tersebut juga menjadi pintu gerbang utama menuju Ibukota baru. “Kedepan, kami meyakini bahwa wilayah Balikpapan akan menjadi kota metropolitan baru,” ungkapnya, saat jumpa pers di Cental Park, Jakarta Barat, Kamis (5/9).

Agung menyebut, untuk menuju calon Ibu Kota baru, satu-satunya Bandara berada di Balikpapan. Bahkan, dari arah mana saja akan melewati kota itu. Karenanya, dia optimis Borneo Bay City, salah satu properti yang berdiri sejak 2013, akan menjadi penopang Ibukota baru dari segi huian dan bisnis.

“Apa yang mendorong APLN masuk Kalimantan Timur sejak tahun 2013merupakn insting bisnis. Kala itu, istilahkami adalah mengambil alih ini dua malsambil bangun mal baru di belakagnya, yang ada hunian di atasnya,” jelas Agung.

Menurut dia, jauh sebelum Kalimantan Timur dijadikan calon Ibukota baru, para awak APLN menilai kota tesebut punya aroma bisnisyang menjanjikan. Salah satu buktinya adalah rencana pemindahan IbukotaRI oleh Jokowi. Secara view, proyek properti APLN terbilang unik dan langkakarena satu-satunya lokasi yang menghadap lautan. “Sampai sekarang belum ada lagi lahan yang sebagus APLN tempati,” imbuh dia.

Head of Departement Sales & Marketing APLN Yoga Gunawan menambahkan, kawasan Borneo Bay Cityberdiri di atas area seluas 10 hektare, mencakup mal, tradecenter, dan tujuh tower apartemen (Bornoe Bay Residence), sebanyak 1.220 unit hunian. Saat ini sudah ada sekitar 250 – 300 unit yang sudah siap huni, dengan harga mulai dari Rp700 jutaan hingga Rp1,2 miliar per unit. “Sejak tanggal 1 September 2019, kami memutuskan kenaikan harga, mulai dari Rp800 juta per unit,” cetusnya.

Yoga Gunawan juga meyakini bahwa potensi investasi di kawasan Borneo Bay City akan melonjak, seiring dengan kian bertambahnya sentra-sentra bisnis baru yang menopang pertumbuhan ekonomi di Kota Balikpapan. “Perekonomian di kota besar lainnya meningkat signifikan melampui pertumbuhan nasional. Balikpapan akan jadi kota berikutya,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here