Boleh Bebas di Medsos Tapi tak Menyinggung SARA

7
Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung. (Foto : Info31.id / Pool / Dok. Kemenkominfo).

BANYUASIN, Info31.id – Bebas berpendapat dan berkomentar pada setiap postingan sendiri maupun postingan orang lain adalah ciri adanya demokrasi di media sosial. Tapi tetap santun dan tidak menyinggung unsur suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA).

Demikian kata Pengamat Sektor Perpustakaan dan Informasi, Harkrisyati, dalam Webinar Indonesia Makin Cakap Digital – “Media Sosial Sebagai Wadah Demokrasi”, Kamis (30/9/2021).

Webinar diselenggarakan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika di 77 Kabupaten/Kota, Wilayah Sumatera, dari Aceh hingga Lampung. Hadir dalam acara, Presiden RI Jokowi; Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, Herman Deru; dan Bupati Banyuasin, Askolani, memberi sambutan dan mendukungan Literasi Digital Kominfo 2021.

Menurut Harkrisyati, jika sudah santun dalam bermedia sosial maka akan melahirkan sikap toleransi dan saling menghargai. Sikap ini perlu ditumbuh kembangkan dalam bermedia sosial. “Sehingga tidak ada orang yang menjadi korban intoleransi. Jika sikap toleransi tidak dijaga akan menimbulkan potensi konflik dan pertentangan,” katanya.

Berdasarkan statistik penanganan konten internet negatif kominfo, 2021 : pornografi 1.087.950, perjudian 374.091, penipuan daring 13.840, sosial media 1,360.150, radikalisme digital 505, dan berita bohong atau hoaks. “Karena itu, pelihara rekam jejak digital dengan selalu membersihkan konten tidak pantas,” sarannya.