BI: Triwulan III 2021, Harga Properti Residensial Tumbuh Terbatas

32
Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia mengindikasikan harga properti residensial tumbuh terbatas pada triwulan III 2021. (Foto:info31/pool/dok.BI)

JAKARTA,info31.id – Bank Indonesia (BI) mengindikasikan harga properti residensial tumbuh terbatas pada triwulan III 2021. Demikian hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) BI.

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, pertumbuhan ini tercermin dari kenaikan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) triwulan III 2021 sebesar 1,41% (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 1,49% (yoy).

“Pada triwulan IV 2021, harga properti residensial primer diprakirakan masih tumbuh terbatas sebesar 1,19% (yoy),” ujarnya dalam keterangan pers,Jum’at (12/11/2021).

Dijelaskan, dari sisi penjualan, hasil survei mengindikasikan penjualan properti residensial di pasar primer pada triwulan III 2021 masih tertahan. Hal ini tercermin dari penjualan properti residensial pada triwulan III 2021 yang terkontraksi 15,19% (yoy). Penurunan penjualan properti residensial terutama terjadi pada tipe rumah kecil.

Baca Juga: BI: Nilai Penyelesaian Transaksi Menggunakan Mata Uang Lokal (LCS) Indonesia-Jepang Naik 10 kali lipat

https://www.info31.id/bi-nilai-penyelesaian-transaksi-menggunakan-mata-uang-lokal-lcs-indonesia-jepang-naik-10-kali-lipat/

Berdasarkan sumber pembiayaan, hasil survei menunjukkan bahwa pengembang masih mengandalkan pembiayaan yang berasal dari nonperbankan untuk pembangunan properti residensial. Pada triwulan III 2021, 65,87% dari total kebutuhan modal pembangunan proyek perumahan berasal dari dana internal.

“Dari sisi konsumen, pembiayaan perbankan dengan fasilitas KPR masih menjadi pilihan utama konsumen dalam pembelian properti residensial dengan pangsa mencapai 75,38% dari total pembiayaan,” jelsanya.