Berselancar di Dunia Maya: Anda Sopan, Kami Segan!

7

LAHAT, Info31.id – Kesopanan akan menentukan masa depan seseorang. Karenanya, sebagai pengguna internet dituntut untuk bersikap sopan dan beradab saat berselancar di dunia digital seperti sekarang ini.

“Saat ini masyarakat lebih banyak menggunakan internet dalam berkomunikasi seperti surat elektronik atau jejaring sosial yang dianggap lebih efisien,” unkap Rozi Sastra Purna, Dosen Psikolog UNAND, saat menjadi pembicara dalam Webinar Indonesia Makin Cakap Digital – “Melawan Pelecehan Seksual di Dunia Digital”, Selasa (28/9/2021).

Webinar diselenggarakan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika di 77 Kabupaten/Kota, Wilayah Sumatera, dari Aceh hingga Lampung. Hadir dalam acara, Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, Herman Deru, memberikan sambutan dan mendukungan Literasi Digital Kominfo 2021.

Dikatakan Rozi Sastra, pemanfaatan internet telah mengubah pola hidup dan budaya manusia dalam belajar, bekerja, berkomunikasi, berbelanja, dan aspek-aspek lainnya. Masyarakat berkomunikasi di dunia maya sama seperti di dunia nyata. Informasi yang didapatkan semakin terbuka baik konten positif maupun negatif.

Pengaruh negatif sudah sering dibicarakan di berbagai media berupa pemuatan konten porno, perundungan, perjudian, penipun, pelecehan, pencemaran nama baik, berita bohong, dan lain sebagainya. Untuk itu sebagai pengguna internet yang cerdas harus berhati-hati ketika berselancar di media sosial.

“Generasi muda sebaiknya melengkapi komputer dengan software pengaman, gunakan hanya untuk hal-hal positif. Kemudian, menjalin komunikasi aktif dengan orang tua atau guru mengenai apapun informasi yang didapat melalui internet,” paparnya.

Menurut dia, hanya otak serta hati yang mampu mengendalikan penggunaan internet secarat sehat dan aman. Selain itu terdapat tips internet sehat untuk pengguna seperti batasi waktu di depan layar, dan tetap menyediakan waktu untuk berinteraksi sosial secara nyata, jaga keamanan informasi pribadi dan konsumsi publik, periksa keabsahan sumber informasi yang diterima, dan tetap menyadari segala konsekuensi terhadap informasi pribadi yang dibagikan secara online.