Berkat Medsos, Ubud Bali Bertengger di Peringkat 1 Dunia

11

Siak, Info31.id – Selain banyak keunggulan, sektor pariwisata Indonesia juga memiliki kekurangan. Daya saing tinggi, keindahaan alam, keterbukaan, keunikan budaya, dan potensi bisnis adalah sederet keunggulan yang ditawarkan pariwisata tanah air. Sedangkan infrastruktur, keamanan, teknologi informasi, kesehatan dan kebersihan, dan konsep lingkungan berkelajutan merupakan kekurangan yang harus diperbaiki.

“Namun terlepas dari kelebihan dan kekurangan tersebut, terdapat fakta mengejutkan di sektor pariwisata Indonesia. Dimana Ubud, Bali tercatat nomor dua destinasi wisata impian milenial, nomor empat instagramable, peringkat 46 pantai terindah serta pertama sebagai pulau terbaik di dunia,” ungkap Zul Ichwan SY, Direktur Lembaga Pendidikan Terapan, Panghegar Bandung, dalam Webinar Indonesia Makin Cakap Digital – “Transformasi Pariwisata di Era Digital”, Senin (27/9/2021).

Webinar diselenggarakan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika di 77 Kabupaten/Kota, Wilayah Sumatera, dari Aceh hingga Lampung. Hadir dalam acara, Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo dan Gubernur Provinsi Riau, Syamsuar.

Menurut Zul Ichwan, pelayanan berbasis digital, budaya melayani dan keramahan mutlak dilakukan guna mengatasi kekurangan. Sebab, wisatawan bukan lagi sebagai objek seiring dengan sektor pariwisata yang sudah menjadi industri. Digitalisasi industri bagi pariwisata bisa dilakukan dengan penggunaan media digital sebagai alat dan strategi promosi yang efektif.

“Kelebihan dari pemasaran melalui media sosial antara lain, dapat digunakan secara gratis, efektif untuk menjalin hubungan dengan konsumen, dan menjangkau banyak orang. Hanya saja, persaingan untuk meraih kepercayaan pelanggan tergolong cukup ketat,” imbuhnya.

Influencer Kabupaten Siak, Azni Verawati, menambahkan, dukungan media sosial di era digital saat ini paling penting untuk meningkatkan jangkauan pasar dan respons cepat dalam pemasaran produk. “Semakin canggihnya digital membuat segala sesuatunya berubah menjadi lebih mudah. Untuk memasarkan pariwisata bisa dengan hanya menggunakan sosial media. Dengan media sosial kita bisa menjangkau apapun dan tidak ada batasan dalam penggunaannya,” pungkas Azni Verawati.