Beres, Apartmen Pertama di Jantung Kota Bogor

Bogor – Beres adalah apartemen pertama yang terletak pada lokasi paling strategis, jatung Kota Bogor, sementara sekitar 11 proyek lain umumnya berada di pinggir kawasan.

Saat bicara tentang Kota Bogor, Jawa Barat, sontak yang terbersit dalam benak kita adalah Istana, Kebon Raya, serta kesejukan dan keindahan panorama alam pegunungan. Maklum, sejak zaman Penjajah Belanda sampai sekarang ‘Kota Hujan’ memang masih menjadi tempat peristirahatan favorit sebagian besar masyarakat Ibukota Jakarta.

Hingga kini keberadaan Istana dan Kebon Raya di pusat Pemerintahan Kota Bogor masih sangat tersohor se-antero Negeri. Bahkan, saat kepemimpinan Presiden Joko Widodo, kedua tempat tersebut kian membahana lantaran sering digunakan untuk berbagai aktivitas kenegaraan.

Kini Kota Bogor, dari sisi penyediaan infrastruktur transportasi serta penataan kotanya, tentu jauh lebih berkulitas dibandingkan sebelumnya. Pembangunan demi pembangunan, mulai dari akses transportasi publik berupa tol BORR (Bogor Out Ring Road), terminal bus terpadu, commuter land, LRT (Light Rapid Transit), sentra perbelanjaan, tempat rekreasi, hingga pusat kuliner terus digenjot oleh pemerintah kota.

Belakangan, Bogor pun menjelma menjadi ‘Kota Metropolitan’ beserta kelengkapan berbagai sarana dan prasarana penujang yang tak kalah lengkapnya dengan Ibukota Jakarta. Menariknya, dewasa ini Kota Bogor tak lagi sekedar tempat favorit untuk melepas penat akibat beban berat setumpuk pekerjaan, melainkan telah dijadikan sebagai lokasi hununian idaman bagi sebagian masyarakat terutama mereka yang beraktivitas di Jakarta.

Direktur Marketing Be Residence (Beres) Tri Sutedy mengatakan, perubahan kecenderungan masyarkat tersebut sangat wajar, sebab selain memiliki berbagai nilai tambah dari sisi pengembangan wilayahnya, secara geografis kawasan Kota Bogor juga terbilang dekat dengan Jakarta. “Bukan itu saja, harga hunian di sini (Kota Bogor) pun masih relatif terjangkau dibandingkan dengan Jakarta,” katanya.

Atas dasar itulah, lanjut Tedy – sapaan akrabnya – Aparteman Beres hadir di Kota Bogor. Berdiri setinggi 20 lantai di atas area seluas 3.000 meter persegi, mencakup 10 lantai hunian, empat lantai hotel, tiga lantai public area, dan tiga lantai area parkir. Total hunian sebanyak 390 unit dengan pilihan tipe studio seluas 24 meter persegi (360 unit) dan two bedroom berukuran 48 meter persegi (60 unit).

Adapun harga yang ditawarkan terbilang masih terjangkau, dimana saat awal pemasaran ditawarkan mulai dari Rp500 jutaan per-unit. Harga diperkirakan akan berubah pada kisaran Rp680 jutaan, saat progres pembangunan proyek mendekati finishing. “Kemudian saat beroperasi nanti, kami juga akan melakukan perubahan harga di kisaran Rp700-800 jutaan per-unit,” tambahnya.

Tedy mengklaim, proyek Apartemen Beres adalah satu-satunya dan pertama yang berada di Jantung Kota Bogor. Letaknya, sangat strategis di Jalan Pajajaran yang merupakan akses utama kawasan pusat pemerintahan, hanya selangkah ke Kebun Raya Bogor dan pusat perbelanjaan ternama, Botanic Square serta factory outlet. Sementara, ada sekitar 11 proyek lain umumnya terletak di pinggir kota, seperti Jalan Baru, Soleh Iskandar dan kawasan Tajur.

Menariknya lagi, Beres dilengkapi privet direct access berupa jembatan dari Jalan Malabar yang menghubungkan apartemen ke seluruh akses utama Kota Bogor. Bahkan, dengan fasilitas ini para penghuni yang tengah beraktivitas di Mall Botanic Square bisa langsung masuk kawasan apartemen melaui exit parking-nya.

“Kami meyakini bahwa keberadaan jembatan tersebut, Kota Bogor akan mempunyai icon baru setelah Tugu Kujang. Kalau di Padang, Sumatera Barat punya ‘Kelok Sembilan’, di Beres nantinya akan punya icon, Jembatan Kelok Bogor. Jadi, kami tidak hanya menjual unit tetapi juga nilai tambah yang menjanjikan bagi setiap pemiliknya,” akunya bangga.

Tidak hanya itu, Beres memiliki direct access ke exit Tol Jagorawi serta dekat dengan pusat transportasi publik berupa Terminal PO Damri, Terminal Baranangsiang, Stasiun Commuter Line, dan Terminal LRT (Light Rapid Transit). Sejumlah fasilitas penujang ini tentu akan memudahkan penghuni saat ingin bepergian ke luar kawasan.

Lokasi proyek Beres juga berdampingan dengan dua perguruan tinggi ternama, yaitu Institute Pertanian Bogor (IPB) Kampus Pasca Sarjana – salah satu bangunan tertua dan bersejarah di Kota Bogor – dan Universitas Djuanda. Sehingga, para penghuni apartemen bisa lebih mudah memenuhi kebutuhan fasilitas pendidikan bagi putra-putrinya.

Sementara bagi investor, lokasi apartemen dekat kampus memberikan keuntungan tersendiri karena potensi pasar sewa terbuka lebar dengan rental guaranty yang lebih terjamin. Alhasil, return on investment (RoI/keuntungan investasi) dari kepemilikan apartemen sebagai tujuan utama investasinya akan dengan mudah diperoleh.

Sedangkan untuk kebutuhan kesehatan, para penghuni apartemen juga bisa secara mudah memenuhinya karena dekat dengan dua rumah sakit besar, yakni PMI dan Siloam, yang terletak di depan dan sisi kanan proyek Beres. “Jadi saat ingin periksa kesehatan, para penghuni apartemen cukup berjalan kaki menuju ke dua rumah sakit tersebut, jaraknya dekat kok, hanya 50 meter,” imbuh Tedy.

Bukan Jual Mimpi

Tidak kalah menariknya, saat proyek lain menawarkan mimpi karena konstruksi bangunannya tak kunjung dikerjakan, Apartemen Beres Kota Bogor justru sebaliknya. Kini, progres pembangunannya sudah mencapai tahap desain interior seluruh unit. Hunian vertikal besutan Propindo Land ini sudah melakukan topping off pembangunan proyek sejak beberapa bulan lalu.

“Ini sengaja dilakukan karena kami bukan menjual mimpi tapi bukti nyata yang bisa dirasakan langsung oleh pembeli. Kami nggak sekedar jual unit, tapi ingin berbagi keuntungan melalui sederet benefit yang dimiliki proyek Beres. Jadi, nggak ada alasan lagi bagi masyarakat untuk menunda pembelian, mumpung harga masih rendah,” ucap Tedy berpromosi.

Dijelaskan Tedy, saat ini pihaknya tengah menawarkan berbagai kemudahan transaksi unit-unit apartemennya. Antara lain diskon down payment (DP) sebesar Rp60 juta dari sebelumnya sebesar Rp68 juta menjadi Rp8 juta bagi yang melakukan KPR pada Bank BNI, BTN, Bukopin, dan CCB. Selain itu, disediakan fasilitas cash bertahap sebanyak 24 kali cicilan dan khusus investor, ditawarkan rental guaranty yang cukup menggiurkan.

“Saat terjadi akad jual beli, kami pastikan membantu mencarikan penyewa. Jika tak dapat, maka kami yang akan menyewa setiap unit milik konsumen tanpa biaya maintenance, dengan catatan desain interior masih standar. Bila sudah berubah, maka pemilik berkewajiban membayarnya hingga ada penyewa,” tukasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here