Bendungan Bintang Bano Siap Diresmikan Presiden Jokowi Pertengahan Bulan Ini

29
Bendungan Bintang Bano di Desa Bangkat Monteh, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat, NTB, siap untuk diresmikan Presiden Joko Widodo pada pertengahan Januari 2022. (Foto: info31.id/Pool/Dok. Indra Karya)

JAKARTA, info31.id – Bendungan Bintang Bano di Desa Bangkat Monteh, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat, NTB, siap untuk diresmikan Presiden Joko Widodo pada pertengahan Januari 2022.

Vice President Operation and Business Development Division, Gagah Guntur Aribowo, menyampaikan, dalam pembangunan Bendungan Bintang Bano, Indra Karya memiliki peran sebagai Konsultan Konstruksi yang terlibat mulai pengerjaan Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan, detail desain, kajian AMDAL, sertifikasi desain hingga pekerjaan supervisi konstruksi.

“Adapun keterlibatan Indra Karya pada pembangunan Bendungan Bintang Bano adalah sebagai Konsultan Konstruksi yang telah ikut serta mulai dari pengerjaan Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan pada tahun 2006, kemudian Indra Karya juga turut dalam pekerjaan Detail Engineering Desain (DED), Kajian AMDAL dan Sertifikasi Desain pada tahun 2009 dan pekerjaan supervisi konstruksi yang dimulai sejak November tahun 2015 hingga Desember 2021,” jelas Gagah.

“Pada akhir bulan Desember 2021 progress pembangunan telah selesai 100% sehingga dalam waktu dekat sudah siap untuk diresmikan Presiden Joko Widodo,” tambahnya.

Baca Juga: Bendungan Multifungsi Bintang Bano Bersiap Diresmikan Akhir Tahun Ini

Desain Bendungan Bintang Bano dirancang dengan type bendungan rockfill inti tegak dengan tinggi 72 m, panjang 471 m dan lebar puncak 12 m. Bendungan Bintang Bano membendung aliran Sungai Brang Rea dengan total kapasitas tampung 76,2 juta m3 dan luas genangan 256,47 ha.

“Dengan selesainya pembangunan Bendungan Bintang Bano ini, diharapkan akan meningkatkan produktivitas pertanian pada areal + 6.600 ha, menyediakan air bersih bagi masyarakat Kab Sumbawa Barat sebesar 550 ltr/det dan pengendalian banjir bagian hilir terutama di Kota Taliwang,” ujar Gagah.

“Selain itu bendungan ini juga dapat menghasilkan energi listrik dengan kapasitas 8,8 MW dan menjadi salah satu destinasi pariwisata yang menarik untuk dikunjungi karena menjadi salah satu bendungan terindah yang ada di Indonesia,” tambahnya.

Untuk menjaga fungsi bendungan dapat terus berjalan dengan baik dan dirasakan manfaatnya bagi masyarakat serta menjaga keamanan bendungan, nantinya bendungan ini akan dilakukan inspeksi rutin setiap tahun dan inspeksi besar secara berkala setiap 5 tahun sekali.

Sekadar diketahui, Indra Karya yang merupakan BUMN konsultan konstruksi yang kini masuk ke dalam Holding PT Danareksa (Persero) ini, telah terlibat dalam berbagai proyek strategis nasional terutama pada pembuatan bendungan di Indonesia.

Sebanyak 65% lebih dari keseluruhan bendungan yang ada di Indonesia Indra Karya telah menghasilkan maha karya dalam bentuk desain bendungan yang high standard, inovatif, dan terintegrasi.