BCA Syariah Raih Peringkat idAA+ dari Pefindo

92

JAKARTA,info31.id – PT. Bank BCA Syariah (BCA Syariah) meraih peringkat idAA+/Stabil (Double A Plus; Stable Outlook) dari Lembaga Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Peringkat BCA Syariah diberikan untuk periode 24 Agustus 2022 sampai dengan 31 Agustus 2023. Peringkat tersebut diberikan berdasarkan Laporan Keuangan Tidak Diaudit per 30 Juni 2022 dan Laporan Keuangan Audit 31 Desember 2022.

“Obligor dengan peringkat idAA memiliki kemampuan yang sangat kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang. Sedangkan tanda plus (+) menunjukkan bahwa rating yang diberikan relatif kuat di atas rata-rata untuk kategori yang bersangkutan,” tulis analisis Pefindo dalam surat pemberitahuan yang disampaikan pada 24 Agustus 2022.

Direktur BCA Syariah Pranata mengatakan peringkat tersebut memperkuat posisi BCA Syariah sebagai bank syariah yang didukung oleh keuangan yang solid dan mampu tumbuh secara berkelanjutan.

“Kemampuan perusahaan untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan merupakan hasil dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik, pengelolaan aset dan kewajiban yang optimal, serta komitmen untuk terus melakukan inovasi produk dan layanan,” kata Pranata dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis, (1/9/2022).

Baca juga: Semester I–2022, Performa Pembiayaan BCA Syariah Moncer

Tercatat pada Juni 2022, aset BCA Syariah tercatat meningkat 12,70% year on year (YoY) mencapai Rp 10,97 triliun. Kemampuan perusahaan dalam menjaga kualitas aset dan menjaga keseimbangan aset dan kewajiban yang optimal tercermin dari laba perusahaan yang terus tumbuh.

BCA Syariah membukukan pertumbuhan laba sebelum pajak sebesar 31,6% menjadi Rp 58,2 miliar, dan Laba Setelah Pajak tumbuh dengan persentase yang sama menjadi Rp 45,4 miliar. Peningkatan aset perseroan juga ditopang oleh pertumbuhan pembiayaan yang mencapai Rp7,07 triliun, meningkat 19,62% YoY dan perolehan Dana Pihak Ketiga yang mencapai Rp7,90 triliun atau meningkat 16,33% YoY. Sementara itu, kualitas pembiayaan tetap terjaga pada level yang rendah dengan Non Performing Financing (NPF) bruto sebesar 1,38 persen.

“Ke depan, kami akan terus menyempurnakan fitur transaksi melalui electronic banking channel dalam rangka penghimpunan dana murah sehingga dapat semakin memperkuat likuiditas perusahaan.
Hal ini penting untuk mendukung terselenggaranya fungsi intermediasi secara lebih optimal dan kompetitif. sopan santun,” pungkas Pranata.