Bahaya Pornografi dan Pelecehan Seksual di Ruang Digital

13

DELI SERDANG, Info31.id – Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital, dalam Webinar Indonesia Makin Cakap Digital, Jum’at (24/9/2021). Tema besar webinar “Bahaya Pornografi dan Pelecehan Seksual di Ruang Digital” oleh para narsum yang mempunyai kompetensi di bidang masing masing serta seorang Key Opinion Leader yang akan memberikan sharing session.

Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung. 4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Kecakapan Digital, Keamanan Digital, Etika Digital dan Budaya Digital.

Sebagai Keynote Speaker adalah Gubernur Provinsi Sumatera Utara yaitu, H. Edy Rahmayadi dan Bp. Presiden RI Bapak Jokowi memberikan sambutan pula dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

Pembahasan tentang penyebab anak terpapar video porno diantaranya tidak sengaja melihat pornografi, menerima dan membuka pesan video sex, memiliki rasa ingin tahu atau penasaran, terpengaruh dengan ajakan atau bujuk rayu teman, kurang pendidikan agama, dan kurang perhatian orang tua.

Dampak pornografi pada anak adalah merusak otak, membuat anak kecanduan, sulit konsentrasi dan fokus, membuat anak kecanduan. Dampak pornografi pada otak, fungsi otak menurun, otak depan mengecil, perubahan emosi, dan berperilaku kasar.

Ciri-ciri anak kecanduan pornografi yaitu gugup diajak komunikasi, malas dalam belajar dan bergaul, prestasi menurun dan tidak bergairah aktivitas, selalu memegang gadget dan marah jika dibatasi, menarik diri dan senang menyendiri, menurut Dr. Ibnu Affan, SH., M.Hum sebagai UNUSU Medan.

Fahmi Ashari S. Sihaloho, S.Pd., M.Pd. Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNUSU memaparkan digitalisasi informasi saat ini membuat kita lebih mudah dan bebas dalam menemukan berbagai informasi dan informasi itu tidak semuanya bernilai positif, namun ada pula yang bernilai negatif untuk itu sebagai individu yang terdidik harus melakukan saring sebelum sharing.

Key Opinion Leader oleh Feillycia Maranddy seorang Beauty dan Influencer yang membagikan pengalamannya dalam bahaya pornografi dan pelecehan seksual di ruang digital memberikan pemahaman kepada anak tentang internet sehat dan aman, memberikan pendidikan seks sesuai dengan usia perkembangan.