Bahaya Kejahatan di Ruang Digital

32

MUSI RAWAS UTARA, Info31.id – Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital, dalam webinar, Kamis (9/9/2021). Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

Terdapat 4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Kecakapan Digital, Keamanan Digital, Etika Digital dan Budaya Digital. Sebagai Keynote Speaker adalah Bupati Musi Rawas Utara, H. Devi Suhartoni dan Presiden RI Jokowi. Tema besar webinar “Bahaya Kejahatan di Ruang Digital” oleh para narsum yang mempunyai kompetensi di bidang masing masing serta seorang Key Opinion Leader.

Pembahasan tentang prinsip dalam berjejaring di ruang digital, tidak merugikan diri sendiri: tidak berkeluh kesah tentang hidup dan membuka aib sendiri atau kerabat dan keluarga, tidak mengunggah konten kekerasan, dan tidak menyebar informasi yang belum jelas kebenarannya.

Perlu diingat di ruang digital media sosial kita akan di cek oleh calon pemberi kerja di masa depan, sehingga jangan pertaruhkan masa depan kita. Postingan kita adalah gambaran pola pikir kita, jika kita selalu memposting hal negatif, psikologis dan cara pandang kita pun akan negatif. Di ruang digital akan menjadi sejarah bagi generasi penerus kita selanjutnya, menurut Muhamad Ali Gunawan, M.Pd sebagai Kepala SMAN 2 Musi Rawas Utara.

Narasumber Kedua yaitu Dr. (Can) Ebing Karmiza, S.Ud., M.Si sebagai Dosen STIQ An-Nur Lempulng mengatakan bahwa radikalisme bisa terjadi di ruang digital, Deputi VII Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto “Medsos disinyalir telah menjadi inkubator radikalisme, khususnya bagi generasi muda usia 17-24 tahun, ini yang menjadi target utama. Selebihnya di atas itu second liner,”.

Analisis BIN ini dikuatkan juga dengan hasil survei yang dikeluarkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Dalam survei didapat kesimpulan bahwa 85% generasi milenial rentan terpapar radikalisme. Kemajuan dan perkembangan di ruang digital yang salah satunya media sosial untuk sekarang memang menjadi factor utama untuk mencari dan mendapatkan informasi di internet.