Bahaya Kejahatan di Ruang Digital

8

PADANG PANJANG, Info31.id – Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital, dalam webinar, Rabu (8/9/2021). Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

Terdapat 4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Kecakapan Digital, Keamanan Digital, Etika Digital dan Budaya Digital. Sebagai Keynote Speaker adalah Gubernur Provinsi Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, S.P dan Presiden RI Jokowi memberikan sambutan pula dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

Tema besar webinar “Bahaya Kejahatan di Ruang Digital” oleh para narsum yang mempunyai kompetensi di bidang masing masing serta seorang Key Opinion Leader yang akan memberikan sharing session. Pembahasan tentang bahaya kejahatan di ruang digital, dengan media sosial dalam era Internet Of Things (IOT): bersosialisasi, menyebarkan informasi dan mengambil keputasan atas dasar big data dengan bantuan Artificial Intelligence (AI). Dari 1.0 (berburu), 2.0 (bertani), 3.0 (industri), 4.0 (information), dan 5.0 (Big Data + Al).

Ancaman kejahatan melalui media sosial, peretasan (hacking), pembuatan profil palsu (fake profile), ancaman online, persahabatan online palsu, penguntit (stalking), dan perundungan dunia maya. Cara mencegah jadi korban cybercrime diantaranya data pribadi jangan diumbar di media sosial, jangan terima pertemanan dari orang yang tidak dikenal, log out setelah menggunakan akun media sosial, dan jangan klik atau mengunduh aplikasi yang mecurigakan, menurut Frans Padak Demon sebagai Konsultan Media Internasional.

Data pribadi jenis kelamin harus dilindungi agar menghindari kasus pelecehan seksual, menghindari perundungan atau bullying, dan menghindari kekerasan berbasis gender online. Adapun cara menjauhi penipuan di internet yang pertama: jangan mudah percaya dengan penawaran, kedua: jangan keluarkan uang untuk mendapatkan hadiah, ketiga: selalu jaga kerahasiaan informasi pribadi, keempat: jauhi antivirus palsu, menurut H. Raseno Arya, S.E., M.M sebagai Asdep Personal Kemenpar 2015-2018 dan Pemerhati Pariwisata.