Ayo Pahami Instrumen Investasi Digital

67
Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika menyelenggarakan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Kota Cimahi, Jawa Barat, Jum’at, 30 September 2022. (Fofo: Info31.id/Pool/Dok. Kominfo)

CIMAHI, info31.id – Pengguna internet di Indonesia pada tahun 2021 mengalami peningkatan, situs layanan manajemen konten Hootsuite (We are Social) mencatat bahwa pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta pengguna dimana 170 juta penggunanya menggunakan media sosial. Ini dapat dikatakan bahwa pengguna internet di Indonesia mencapai 61,8% dari total populasi Indonesia.

Menurut survei literasi digital di Indonesia pada tahun 2021, indeks atau skor literasi digital di Indonesia berada pada angka 3,49 dari skala 1-5. Skor tersebut menunjukkan bahwa tingkat literasi digital di Indonesia masih berada dalam kategori sedang.

Sebagai respon untuk menanggapi perkembangan ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan Program Indonesia Makin Cakap Digital. Program ini didasarkan pada 4 (empat) pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital dan Keamanan Digital. Melalui program ini 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Program Indonesia Makin Cakap Digital ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yang memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital.

Terkait hal itu Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Kota Cimahi, Jawa Barat, Jum’at, 30 September 2022. Ada empat kerangka digital yang diberikan dalam kegiatan webinar tersebut, antara lain Kecakapan Digital, Keamanan Digital, Etika Digital dan Budaya Digital.

Webinar yang mengusung tema “Ayo Paham Instrumen Investasi Digital” ini menghadirkan para pemateri berkompeten di bidangnya masing-masing serta seorang Key Opinion Leader yang akan memberikan sharing session. Diantaranya, Yuli Zulaikha, Dosen Fikom Univ. Dr. Soetomo yang menyampaikan materi “Digital Audio For Digital Marketing”.

Menurutnya, individu yang cakap bermedia digital dinilai mampu mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat keras dan lunak dalam lanskap digital, mesin pencarian informasi, aplikasi percakapan dan media sosial, serta aplikasi dompet digital, lokapasar, dan transaksi digital.

“Teknologi yang digunakan untuk merekam, menyimpan, memanipulasi, menghasilkan dan mereproduksi suara dengan menggunakan sinyal audio yang telah dikodekan dalam bentuk digital,” jelas Yuli.

Pembicara lain, Sandra Azarrily Sabellina, Content Management, dalam materi ”Keamanan Data Pribadi dalam Transaksi Online”, menyampaikan, di era digital seperti sekarang ini kita semakin dimudahkan untuk berinteraksi satu sama lain. Pun sama halnya dengan melakukan transaksi secara online. “Salah satu bentuk etika kita di dalam dunia digital adalah dengan melindungi data pribadi kita,” jelas Sandra Azarrily.

Sedangkan, Dr. Rozi Sastra Purna, pemateri lain yang juga Psikolog serta Dosen Psikologi Univ. Andalas, Padang, dengan materi “Kenali Jenis-Jenis Uang dan Transaksi Digital”, mengatakan, keamanan digital adalah sebuah proses untuk memastikan penggunaan layanan digital, baik secara daring maupun luring dapat dilakukan secara aman. “Untuk menjaga informasi pribadi, sebaiknya tidak sembarangan memberikan info kepada instansi atau orang lain yang tidak dipercaya,” jelasnya.

Untuk merealisasikan dan mengedukasi masyarakat Indonesia agar semakin cakap dan beretika di ruang digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) siberkreasi juga membuat kampanye suara.

Kampanye suara ini berkolaborasi dengan musisi bernama laleilmanino dan JKT48 untuk menghadirkan sebuah jinggle dengan tema literasi digital berjudul “Berani Bersuara” yang diluncurkan pada tanggal 27 Mei 2002 melalui YouTube siberkreasi. Peluncuran jinggle “Berani Bersuara” juga diikuti dengan runtutan kampanye lainnya seperti JKT48 yang mengajak generasi muda Indonesia untuk bernyanyi bersamaan dengan personil JKT48 di Tiktok dan nyanyi bareng Ilmanino di Instagram.

Upaya ini dilakukan untuk menyampaikan keterikatan dengan pesan yang disampaikan di dalam lirik lagu tersebut. Melalui kampanye lagu berani bersuara diharapkan masyarakat Indonesia semakin bijak dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial sehingga menciptakan ruang berkreasi yang aman positif dan beretika.

Kementerian komunikasi dan Informatika RI bersama GNLD Siberkreasi juga terus menjalankan program Indonesia makin cakap digital melalui kegiatan literasi digital yang disesuaikan pada kebutuhan masyarakat. Untuk mengikuti kegiatan yang ada, masyarakat dapat mengakses info.literasidigital.id atau media sosialisasi berkreasi seperti Instagram, Tiktok Twitter, YouTube dan Facebook.