APBN Responsif, Indonesia Pertahankan Laju Pertumbuhan Positif

41
Pekerja tengah melakukan aktivitas bongkar-muat barang. (Foto: info31.id/Pool/Dok. Kemenkeu)

JAKARTA, info31.id – Indonesia mampu mempertahankan laju pertumbuhan positif sebesar 3,51% (yoy) pada triwulan III 2021 di tengah terjadinya eskalasi kasus varian Delta Covid-19 dan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level IV di awal Juli 2021.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Febrio Kacaribu dalam keterangan resmi (05/11) mengatakan, hal ini menunjukkan, momentum pemulihan tetap terjaga dan akan semakin kuat pascapenurunan kasus varian Delta di pertengahan Agustus hingga akhir September 2021.

Penyebaran Covid -19 varian Delta menahan kinerja ekonomi di hampir seluruh negara, di antaranya yang tercermin pada pertumbuhan ekonomi triwulan III-21 di Amerika Serikat, Tiongkok, dan Uni Eropa yang jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada triwulan II-21 masing-masing negara tersebut.

Di masa terjadinya kenaikan kasus varian Delta Covid-19, APBN tetap bekerja keras secara responsif menghadapi tekanan yang terjadi melalui langkah-langkah refocusing pada alokasi anggaran kesehatan untuk penguatan sistem kesehatan, penanganan pandemi, dan vaksinasi.

Melalui APBN, belanja perlindungan sosial diperluas dan diperpanjang untuk menjangkau masyarakat paling rentan terdampak agar tetap mampu memenuhi kebutuhan pokoknya. Hal ini juga mendukung kinerja konsumsi Pemerintah tetap tumbuh positif sebesar 0,66% pada Triwulan III 2020 (yoy).

Optimisme pemulihan ekonomi terus menguat hingga akhir 2021 seiring kondisi pandemi yang relatif terjaga dan percepatan pelaksanaan vaksinasi, serta tren pergerakan berbagai leading indicator.

Hal ini terlihat pada indeks mobilitas masyarakat dan indeks belanja masyarakat yang sudah kembali di atas level pre-pandemi sejak akhir September 2021, serta indeks PMI Manufaktur Indonesia yang mampu kembali mencatatkan rekor tertinggi pada level 57,2 di bulan Oktober.

“Implementasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) juga akan semakin diperkuat untuk mengakselerasi pemulihan khususnya dalam rangka mendorong penciptaan tenaga kerja dan menstimulasi aktivitas dunia usaha yang terdampak,” terang Febrio.

Capaian kinerja ekonomi triwulan III 2021 menunjukkan, dampak ketidakpastian yang ditimbulkan pandemi masih cukup tinggi dengan kemungkinan terjadinya mutasi baru virus Covid-19 sehingga aspek penanganan kesehatan akan selalu menjadi prioritas.

“Meski kondisi pandemi saat ini relatif terkendali, kewaspadaan tetap harus dijaga mengingat masih terdapat potensi penyebaran dari varian virus baru yang dapat menyebar setiap saat,” pungkas Febrio.