Amankan Akun, Lindungi Data Diri dari Kejahatan di Dunia Maya

22

BANYUASIN, Info31.id – Ketidakpastian informasi atau hoax yang disebarkan sembarang di ruang digital dapat menimbulkan keresahan. Bukan tidak mungkin memicu aksi penipuan di ruang publik maupun ruang digital. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hoax mengandung makna berita bohong dan tidak bersumber.

“Masifnya peredaran berita hoax atau fitnah yang menjadi konsumsi masyarakat sehari-hari telah dianggap sebagai informasi benar,” ujar Afrianasyahroyanti, Guru SMP Harapan Ibu, saat menjadi pembicara dalam Webinar Indonesia Makin Cakap Digital – “Lindungi Diri dari Penipuan di Ruang Digital”, Senin (20/9/2021).

Webinar diselenggarakan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika di 77 Kabupaten/Kota, Wilayah Sumatera, dari Aceh hingga Lampung. Hadir dalam acara, Presiden Joko Widodo; Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, Herman Deru; dan Bupati Banyuasin, Askolani.

Hoax adalah rangkaian informasi yang sengaja disesatkan tetapi “dijual” sebagai kebenaran. Hoax bukan sekedar misleading atau menyesatkan, informasi dalam fake news juga tidak memiliki landasan faktual, tetapi disajikan seolah-olah sebagai serangkaian fakta yang dapat menyebabkan terjadinya penipuan publik.

Dosen Jurusan Manajemen Pendidikan FIP UNJ, Siti Zulaikha, menjelaskan, masyarakat harus memahami cara pelaporan penipuan di ruang digital. Saat mengalami kejahatan tersebut, masyarakat sebaiknya langsung melapor kepada pihak berwenang melalui www.patrolisiber.id.

“Laporkan SMS spam ke Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) dengan cara melakukan tangkapan layar dan nomor pengirim. Jangan lupa, sertakan identitas ponsel kita yang telah teregistrasi NIK dan KK atau kirim aduan ke Twitter BRTI @aduanBRTI melalui direct message (DM),” paparnya.

Dalam Key Opinion Leader, Priscilla Gita, Influencer, menambahkan, masyarakat dapat melakukan pengecekan dan pelaporan rekening penipu mulai mulai dari nama pemilik, nama bank, sampai rekaman transaksi. Dengan begitu, nomor rekening penipu dapat dibekukan.

“Alangkah baiknya masyarakat mengamankan akun pribadi media sosial dengan cara melindungi data diri dan privacy dari sasaran utama teknologi yang melahirkan perang pemikiran,” pungkasnya.