Alokasi Anggaran Pemulihan Pariwisata Capai Rp3,8 Triliun

12

Pasaman, Info31.id – Pandemi Covid-19 berdampak signifikan terhadap shifting produk wisata yang mencakup physical distancing dan kapasitas atraksi wisata, fasilitas sanitasi, waktu transit pendek. Selain itu, penerbangan langsung, kesehatan, aktivitas outdoor, self-driving dan tour pribadi.

“Karena itu, sepanjang tahun 2020 jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia hanya sekitar 4,052 juta orang, dari total tersebut hanya sekitar 25% dari jumlah wisatawan yang masuk ke Indonesia pada 2019,” ungkap Frans Teguh, Staf Ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dalam Webinar Indonesia Makin Cakap Digital – “Transformasi Pariwisata di Era Digital”, Senin (27/9/2021).

Webinar diselenggarakan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika di 77 Kabupaten/Kota, Wilayah Sumatera, dari Aceh hingga Lampung. Hadir dalam acara, Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo dan Gubernur Provinsi Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah.

Menurut Frans, adanya pembatasan sosial berskala besar dan ditutupnya akses keluar-masuk Indonesia, menyebabkan penurunan pendapatan negara di sektor pariwisata sebesar Rp20,7 miliar. Penurunan wisatawan mancanegara berdampak langsung pada okupansi hotel-hotel di Indonesia. Bulan Januari-Februari, okupansi masih di angka 49,17% dan 49,22%. Namun di bulan Maret menjadi 32,24%, dan memburuk saat memasuki bulan April, yaitu sebesar 12,67%.

Sementara itu, Influencer, Entrpreuner, dan Education Specialist, Lailatul Himni berbagi pengalaman tentang trasformasi pariwisata di era digital. Menurut dia, banyak upaya dilakukan pemerintah dalam meningkatkan industri pariwisata, salah satunya menyediakan alokasi anggaran sebesar Rp3,80 triliun, edukasi dan pelatihan tambahan kepada tour guide. Mengingat, penerapan virtual tourism, dan fasilitas rapid test di setiap moda transportasi elektrifikasi jalur kerta.