Airlangga: PPKM Luar Jawa-Bali Dilanjutkan hingga 6 Desember

18
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menkes Budi G. Sadikin saat memberikan keterangan pers usai Ratas Evaluasi PPKM, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin 22 November 2021. (Foto: info31.id/Pool/Dok. Humas Setkab/Rahmat)

JAKARTA, info31.id – Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di luar Jawa-Bali dilanjutkan selama dua minggu, mulai dari tanggal 23 November hingga 6 Desember 2021.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) mengenai Evaluasi PPKM, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin 22 November 2021.

Pada periode tersebut, pemerintah memasukkan indikator capaian vaksinasi sebagai parameter penentuan level PPKM di kabupaten/kota, di mana daerah dengan vaksinasi dosis pertama di bawah 50 persen dinaikkan sebanyak 1 level PPKM.

“Khusus di luar Jawa-Bali dilakukan perpanjangan 23 November – 6 Desember untuk dua minggu, dengan penerapan dilihat dari dosis vaksinasi, yang kurang dari 50 persen dinaikkan 1 level PPKM,” ujar Menko Airlangga.

Airlangga merinci, terdapat sebanyak 109 kabupaten/kota di Level 3, 200 kabupaten/kota di Level 2, dan 77 kabupaten/kota di Level 1 PPKM. Menko Airlangga juga menyampaikan mengenai perkembangan kasus aktif dan kasus harian Covid-19 yang terus mengalami tren penurunan.

Baca Juga: Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 pada Libur Nataru, Ini 6 Arahan Presiden Jokowi

Kasus aktif nasional per Minggu 21 November 2021 sebesar 8.126 kasus atau 0,19 persen dari total kasus dengan kasus konfirmasi harian 314 kasus dan rata-rata 7 hari (7DMA) sebesar 365 kasus. Artinya, terjadi penurunan sebesar 99,45 persen dari puncak kasus konfirmasi harian di 15 Juli 2021 dengan 56.757 kasus.

“Dari segi konfirmasi mingguan, beberapa provinsi naik. NTT 77 kasus dalam satu minggu, Kalbar 43 kasus, Riau 16 (kasus), Babel 15 (kasus), Sultra 6 kasus dalam 1 minggu. Namun seluruhnya masih dalam level (asesmen) yang sama, tidak ada kenaikan level,” ujarnya.

Sementara, untuk angka reproduksi kasus efektif (Rt), juga masih terjaga di bawah 1. Namun, capaian vaksinasi masih terdapat sejumlah provinsi yang perlu diakselerasi karena cakupannya masih rendah.

“Dari vaksinasi hanya dua provinsi yang tingkat (vaksinasi dosis pertama) di level memadai atau levelnya lebih dari 70 persen, yaitu Kepri dan Babel. Sedangkan di level sedang ada 11 provinsi di level sedang (50%-70%), yang kurang dari 50 persen adalah 14 provinsi,” pungkasnya.