Hargai Konten Digital Hak Cipta dan Etika

8

Kuantan Singingi, info31.id – Kebebasan berekspresi di ruang maya seringkali membuat kita lupa akan adanya resiko pelanggaran hak cipta dan etika. Akademisi Universitas Pasundan Bandung, Dedy Mulyana mengatakan, pelanggaran di ruang digital merupakan persoalan yang krusial, tapi seringkali diabaikan.

Pelanggaran hak cipta dan etika bisa berupa mengunggah dan mengunduh hasil karya orang lain, membuat website dengan konten bajakan, plagiasi karya orang lain, menggandakan software, dan berbagai bentuk cyber crime lainnya

“Hanya karena karya tersebut dibagikan secara online, bukan berarti kita bisa dengan bebas menggunakannya.,” ujar Dedy Mulyana, S.H., M.H. sebagai Dosen FH Universitas Pasundan Bandung dalam webniar Konten Digital Hak Cipta dan Etika, yang digelar Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika di Kuantan Singingi, Riau, beberapa waktu lalu.

Pada kemsempatan yang sama, Nadias Nuraini sebagai Staff Media Publikasi Surya Leadership Center mengatakan, literasi digital adalah pengetahuan dan kemampuan seseorang untuk menggunakan media digital, alat komunikasi dan menggunakannya secara sehat, bijak dan cerdas.

Dia juga memberikan tTips literasi digital antara lain, hindari cyberbullying, kemudian hindari memproduksi konten negatif provokatif yang mengarah adu domba.

“Kita perlu pemahaman literasi digital, waspadai akun palsu pengadu domba antar umat beragama di internet, produksi konten berdasarkan riset dan sebarkan sesuai target, dan punya akun resmi untuk mengunggah video utuh, sehingga jika ada potongan yang dirasa kurang pas, masyarakat bisa merujuk ke video utuh di akun resmi tersebut,” paparnya.

Theresia Jenifer Sheren, penyanyi dan Content Creator menambahkan, dalam mengunggah konten ke media sosial perlu dipikirkan apakah konten tersebut bermanfaat atau tidak, karena banyak sekali konten-konten berbahaya.

“Selain itu, kita juga harus mengetahui tentang hak cipta suatu konten dan tidak mengakui konten orang lain adalah miliki kita,” ungkapnya.

Kegitaan webniar ini merupakan rangkaian dari Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain KECAKAPAN DIGITAL, KEAMANAN DIGITAL, ETIKA DIGITAL dan BUDAYA DIGITAL.