33 Pekerja Migran Indonesia Sabet Gelar Sarjana di Singapura

42
Sebanyak 33 orang wisudawan yang merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) meraih gelar sarjana dari Universitas Terbuka Kelompok Belajar (PokJar) Singapura pada “Upacara Penyerahan Ijazah," belum lama ini. (Foto: info31.id/Pool/Dok. KBRI Singapura)

SINGAPURA, info31.id – Sebanyak 33 orang wisudawan yang merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) meraih gelar sarjana dari Universitas Terbuka Kelompok Belajar (PokJar) Singapura pada “Upacara Penyerahan Ijazah,” belum lama ini.

Mereka lulus dari berbagai program studi, yaitu program studi Sastra Inggris bidang minat Penerjemahan (8 orang), Manajemen (8 orang), Akuntansi (9 orang), Ilmu Pemerintahan (3 orang), Ilmu Administrasi Negara (2 orang) dan Ilmu Komunikasi (3 orang).

Prosesi wisuda tersebut merupakan tahun kedua yang dilaksanakan secara daring karena masih dalam suasana pandemi Covid-19.

Duta Besar RI untuk Singapura, Suryo Pratomo, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada 33 PMI wisudawan. “Universitas Terbuka merupakan pengejawantahan amanat UUD 1945 Pasal 31 ayat 1 bahwa setiap warga negara Indonesia berhak mendapatkan akses pendidikan tanpa memandang usia, jenis kelamin, status sosial, suku, agama maupun ras.”

Dubes juga mengimbau agar setiap warga negara Indonesia yang berada di Singapura dan ingin melanjutkan pendidikan bisa bergabung dengan Universitas Terbuka Pokjar Singapura. Seluruh masyarakat Indonesia di Singapura baik PMI, ibu rumah tangga, pekerja profesional, anak buah kapal dapat menambah kapasitas diri dengan bergabung dalam keluarga besar Universitas Terbuka.

“Bangsa Indonesia mempunyai kemampuan untuk bisa cepat meningkatkan kualitas manusia. Sebanyak 33 PMI yang diwisuda hari ini bisa menjadi sarjana dengan biaya sendiri dan ketekunan untuk menuntut ilmu,” kata Dubes Tommy.

Sementara, Wakil Rektor Bidang Pengembangan Institusi dan Kerjasama UT, Rahmat Budiman, S.S., M. Hum., PhD, menyampaikan bahwa pada tahun 2045 usia Republik Indonesia genap 100 tahun dan Indonesia akan mendapatkan berkah dimana usia produktif akan lebih banyak dibandingkan dengan usia yang tidak produktif yang disebut dengan Generasi Emas.

“Era kemajuan dan keterbukaan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat berkembang sebagai konsekuensi dari globalisasi yang menuntut setiap orang untuk lebih meningkatkan kemampuan diri melalui belajar tanpa mengenal batas usia.

Di kesempatan yang sama, Plt. Atase Pendidikan KBRI Singapura menambahkan bahwa peningkatan human capital saat ini sangat penting dalam peradaban yang semakin menuntut kecepatan dan ketepatan dalam beradaptasi dengan teknologi.

Pada acara tersebut juga diserahkan penghargaan kepada tiga lulusan terbaik yaitu kepada Lofi Loliyanti, jurusan Sastra Inggris dengan IPK 3,53; Sukempy Widyastuti, jurusan Sastra Inggris dengan IPK 3,38; dan Ratini, jurusan Sastra Inggris dengan IPK 3,20.

Lofi Loliyanti yang ditunjuk sebagai perwakilan para wisudawan menyampaikan bahwa belajar di UT Pokjar Singapura merupakan pengalaman yang sangat berharga dan menjadi bekal yang penting dalam meraih cita-cita. Saat ini terdapat 196 mahasiswa UT di Singapura yang tengah menuntut ilmu di berbagai program studi yang sebagian besar adalah pekerja migran Indonesia.