20 Ribu Buku Cerita Relief Borobudur Disebar untuk Pegiat Wisata Borobudur

28
William Sidharta berhasil melakukan lari Solo Ultra Marathon sebanyak 30 kali putaran tanpa berhenti atau sejauh 50 km secara Pradaksina, di kawasan Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur. (Foto: info31.id/Pool/Dok. TWC)

MAGELANG, info31.id – Candi Borobudur memiliki banyak sekali sumber pengetahuan dan nilai kehidupan yang terpahat dalam relief-relief dinding Candi Borobudur. Adapun bekal pengetahuan dan nilai kehidupan ini sudah seharusnya disampaikan secara baik kepada masyarakat dan juga para pengunjung.

Handaka Vijjananda dan putranya William Sidharta membagikan 20.000 buku Cerita Relief Borobudur kepada pegiat wisata di kawasan Candi Borobudur. Dalam rangka kegiatan ini, William Sidharta berhasil melakukan lari Solo Ultra Marathon sebanyak 30 kali putaran tanpa berhenti atau sejauh 50 km secara Pradaksina, di kawasan Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur.

William berlari dalam kegiatan Ultra Charity Wonderful Borobudur mulai pukul 05.10 dan finish pukul 11.15 WIB. William bersyukur bisa melakukan aksi kemanusiaan ini.

“Saya berlari ini untuk menggalang dana bagi masyarakat yang terkendala ekonomi. Sekarang di Borobudur sekaligus mempromosikan pariwisata dan menggalang dana untuk membagikan 20.000 buku cerita relief Candi Borobudur kepada pegiat wisata Borobudur seperti penari, guru, budayawan, wisatawan,” kata William.

Marketing & Service Director PT TWC Hetty Herawati mengapresiasi langkah William yang ingin menebar kebaikan dengan melakukan lari sejauh 51 km di kawasan Borobudur. “Semangat ini menunjukkan betapa persistent sebuah niat baik, tidak hanya dikonsepkan namun juga dilakukan,” terangnya.

Hetty Herawati juga menyampaikan kesan yang dalam kepada keluarga Handaka Vijjānanda yang berniat untuk menyebarkan nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam relief-relief Candi Borobudur. Melalui aksi pemberian buku Cerita Relief Borobudur diharapkan bisa menambah pemahaman masyarakat terhadap candi yang dibangun di masa dinasti Syailendra ini.

“Borobudur tidak hanya dimaknai sebagai sebuah candi, namun bisa sebagai sebuah nilai yang harus kita pahami dan turunkan ke dalam aktivitas sehari-hari kita. Mendasari tingkah laku kita untuk membuat harmoni dan damai di bumi,” ungkapnya.

Sementara, VP Marketing & Service PT TWC Pujo Suwarno mengatakan, buku ini membantu semangat storytelling guna mewujudkan pariwisata berkualitas.

“Buku ini akan memperkaya khasanah pengetahuan dalam memperkuat konten edukasi melalui storytelling yang kami sampaikan kepada pengunjung. Semangat kami adalah mewujudkan Quality Tourism, salah satunya dengan menyisipkan konten edukasi storytelling melalui produk dan layanan yang kami berikan,” jelas Pujo Suwarno.